Yusuf Blog News :

Latest Post

Showing posts with label Penemuan. Show all posts
Showing posts with label Penemuan. Show all posts

Kawah Mars Mirip Bumi

Written By INSPIRASI on Thursday, August 9, 2012 | 4:27 AM


Kawah Mars tempat kendaraan penjelajah milik NASA Curiosity mendarat terlihat mirip kawah yang ada di Gurun Mojave, California.

"Impresi pertama yang Anda dapat adalah betapa miripnya pemandangan di tempat itu seperti di humi," ujar Kepala California Institute of Technology John Grotzinger.

Curiosity telah memunculkan kepalanya untuk pertama kali sejak mendarat di Kawah Gale, dan mengirimkan puluhan foto hitam putih yang rencananya akan disatukan menjadi foto panorama.

Kendaraan penjelajah yang berukuran seperti mobil itu juga telah mengambil gambar wilayah utara dari lokasinya dimana terlibat permukaan yang sedikit terbakar dari roket yang digunakan untuk menerbangkan Curiosity. (AP/OL-12) 


Terima kasih untuk berkenan membaca isi blog ini, semoga dapat memberikan manfaat yang berarti bagi perkembangan dunia pendidikan kita. Atas segala kekurangannya saya menyampaikan permohonan maaf dan berkenan kiranya untuk meninggalkan komentar atas isi artikel ini. Salam Hormat untuk semuanya

Skandal-skandal di Bidang Sains yang Menghebohkan

Written By INSPIRASI on Tuesday, August 7, 2012 | 1:40 AM


Dalam melakukan penelitian ilmiah, ilmuwan atau peneliti haruslah melakukannya dengan benar dan jujur. Namun apa jadinya bila ada sekelumit ilmuwan yang mencederai reputasinya dan berbuat tidak benar dalam melakukan penelitian?

Berikut skandal-skandal penelitian yang menghebohkan di tahun 2011 menurut The Scientist:

1. Peneliti yang Memalsukan Data
Diederik Stapel, mantan Kepala Institut Penelitian Perilaku Ekonomi di Universitas Tilburg, Belanda dicurigai hasil-hasil karya ilmiahnya karena 'too good to be true', hasilnya terlalu bagus untuk menjadi kenyataan.

Nah, sejak 31 Oktober 2011, dibentuklah tim investigasi yang dikepalai Rektor Magnificus Universitas Tilburg Willem Levelt. Willem menunjuk 3 peneliti muda di 3 universitas tempat Diederik bekerja.

3 Peneliti muda itu bekerja berbulan-bulan untuk meneliti bagaimana Diederik bekerja hingga menemukan gejala ketidakberesan. Hasil laporan sementara, terungkap Diederik mengarang data untuk sedikitnya 30 publikasi karya ilmiahnya.

Diederik juga mengirimkan data-data palsunya ini untuk dianalisis lebih lanjut oleh koleganya. Investigasi itu juga mengindikasikan Diederik mulai memanipulasi dan memalsukan data sejak tahun 2004. Celakanya, tak ada kolega, dosen dan mahasisnya S-3-nya yang sadar akan kejanggalan ini.

Ada 19 judul disertasi S-3 yang sudah siap dibuat atas data-data palsu Diederik ini. Investigasi juga menelisik 130 artikel dan 24 buku yang ditulis Diederik. Tim Investigasi yang dibentuk Willem Levelt bahkan menyatakan bahwa 20 publikasi yang dipelajari, 12 di antaranya dipalsukan Diederik dan 3 kontribusi bukunya dinilai ada kecurangan.

Tim Investigasi masih melakukan penelitian hingga hari ini dan berharap akan mempublikasikannya ke publik pada musim gugur tahun 2012.

Diederik pun mengaku bersalah dalam kasus ini:

Saya gagal sebagai seorang ilmuwan. Saya mengadaptasi data dan memalsukan penelitian. Bukan sekali, namun beberapa kali, bukan dalam jangka pendek, namun dalam waktu yang lama. Saya sadar saya membuat kaget dan marah kolega karena kelakuan saya. Saya menempatkan bidang saya, psikologi sosial dalam sorotan yang jelek. Saya malu dan menyesalinya. Saya minta maaf.

2. Penelitian Virus Tikus & Kelelahan Kronis
Hubungan antara virus leukemia tikus dan sindrom kelelahan kronis digaungkan sejak tahun 2009 oleh Institut Whittemore Peterson yang dikepalai Judy Mikovits. Namun kejanggalan mulai terkuak tatkala beberapa laboratorium lain gagal untuk menelisik kembali hubungan antara virus leukemia tikus dan kelelahan kronis ini.

Judy Mikovits, yang memimpin penelitian ini menolak untuk menyerahkan kunci notebook laboratorium. Judy malah kabur membawa notebook-nya, melarikan diri ke California. Judy kemudian ditangkap dengan tuduhan kejahatan pencurian, dipenjara semalam dan sekarang sedang menunggu sidang.


3. Penelitian tentang Umur Panjang
Biostatistikawan Universitas Boston, Paolo Sebastiani menarik makalah penelitian yang mengidentifikasi 19 gen yang berhubungan dengan umur panjang pada orang-orang yang berumur 100 tahun atau lebih.

Beberapa hari setelah makalah itu diterbitkan, beberapa pakar mengkritik hubungan kuat yang ditemukan karena kesalahan rangkaian penelitian yang dilakukan.

Kemudian tim Paolo bekerja kembali untuk menghilangkan sumber error, dan menemukan bahwa hubungan antara 19 gen dengan umur panjang itu tidak begitu kuat. Jurnal Science yang sempat menerbitkan penelitian itu pun menarik makalah penelitian itu. Tim Paolo kemudian merevisi temuannya di jurnal yang lain.

4. Penelitian Mahkluk Hidup yang Tahan Arsenik
Pada akhir 2010, peneliti NASA Felisa Wolfe-Simon dan koleganya dilaporkan mengungkap spesies di danau air asin Danau Mono di California. Spesies itu dikatakan bertahan di kandungan berarsenik tinggi dan berfosfor rendah. Tak cuma itu, spesies itu bahkan memasukkan unsur arsenik di dalam sistem utama DNA-nya.

Kritik lantas bermunculan dengan hasil penelitian itu, mempertanyakan hasil, teknik ekstraksi DNA dan medium yang digunakan diklaim bebas fosfat ternyata mengandung fosfat.

Jurnal Science kemudian memuat 8 komentar bersifat teknis dari para ilmuwan. Dan makalah ilmiah itu kemudian ditarik kembali.

5. Penelitian Plagiat tentang Perubahan Iklim
Makalah kontroversial tentang perubahan iklim lantaran menyadur sumber lain, termasuk Wikipedia. Makalah ilmiah itu dibuat ilmuwan yang meragukan perubahan iklim Edward Wegman dari Universitas George Mason, pada tahun 2008 dan dimuat di jurnal Computational Statistics and Data Analysis.

Hasil penelitian itu menyimpulkan bahwa ilmuwan iklim saling mempublikasikan karyanya karena dekat dan seringnya berkolaborasi untuk mempertanyakan apakah perubahan iklim itu ada.

Namun seorang sumber blogger mengungkapkan bahwa makalah ilmiah itu terbukti meniru alias plagiat, mengutip dari Wikipedia dan 2 buku namun tidak mencantumkannya. Akhirnya makalah itu ditarik dari jurnal pada Mei 2011 lalu.


Terima kasih untuk berkenan membaca isi blog ini, semoga dapat memberikan manfaat yang berarti bagi perkembangan dunia pendidikan kita. Atas segala kekurangannya saya menyampaikan permohonan maaf dan berkenan kiranya untuk meninggalkan komentar atas isi artikel ini. Salam Hormat untuk semuanya

Katak Bisa Jadi Peringatan Dini Gempa

Written By INSPIRASI on Monday, August 6, 2012 | 6:46 AM


Para ilmuwan mengatakan mereka mungkin telah menemukan cara katak memperkirakan gempa bumi, lapor BBC(01/12/2011).

Pada tahun 2009, katak-katak di L'Aquila, Italia menghilang dari kolam-kolam setempat, tiga hari sebelum gempa besar.

Para peneliti, dalam laporan yang diterbitkan di Jurnal Internasional untuk Penelitian Lingkungan dan Kesehatan Masyarakat, mengatakan bahwa batu-batu di kerak bumi mengeluarkan partikel bermuatan, sebelum gempa dan hal ini mempengaruhi air.

Para ilmuwan memperkirakan katak dapat mendeteksi perubahan ini sebelum lempeng tektonik bergeser.

Tim yang dipimpin oleh Friedemann Freund dari NASA dan Rachel Grant dari Universitas Terbuka Inggris berharap hipotesis mereka ini dapat membantu pakar biologi dan geologi untuk bekerja sama mencari tahu bagaimana binatang mengetahui tanda-tanda gempa.

Grant, pakar biologi dari Universitas Terbuka, mengamati koloni katak di L'Aquila sebagai bagian dari penelitiannya.

"Sangat dramatis," katanya. "Dari 96 katak menjadi kosong dalam waktu tiga hari."

"Setelah itu saya dihubungi oleh NASA," tambahnya.

Para ilmuwan dari badan ruang angkasa Amerika Serikat tengah mempelajari perubahan kimia yang terjadi saat bebatuan di perut bumi mengalami tekakan besar.

Mereka juga tengah meneliti apakah perubahan itu terkait dengan eksodus masal katak.

Pakar geofisika Friedemann Freund mengatakan bebatuan di kerak bumi yang mengalami tekanan besar, mengeluarkan partikel.

Partikel-partikel yang terlepas di udara saat mencapai permukaan bumi menjadi molekul udara yang disebut ion.

Perubahan kimia ini dapat mempengaruhi bahan organik yang larut di air dan menjadikan bahan ini beracun untuk binatang yang tinggal di air.

Mekanisme ini rumit dan para ilmuwan mengatakan proses ini perlu diuji lagi secara cermat.

Namun Dr Grant mengatakan mekanisme ini adalah yang pertama sebagai "petunjuk gempa" yang dapat dirasakan oleh binatang.

Dr Freund mengatakan sikap binatang ini dapat menjadi salah satu dari sejumlah hal yang dapat digunakan sebagai petunjuk gempa.

"Begitu kita mengerti semua sinyal ini dan melihat ada empat atau lima petunjuk yang mengarah pada hal yang sama, maka kita bisa memperkirakan sesuatu akan terjadi," kata Dr
Freund kepada BBC Nature.

Katak di L'Aquila bukan satu-satunya binatang yang berperilaku aneh sebelum gempa.

Sejumlah laporan menyebutkan reptil, amfibi, dan ikan juga berperilaku aneh sebelum gempa terjadi.

Pada 1975, di Haicheng, Cina, banyak orang yang melihat ular keluar dari sarangnya, satu bulan sebelum kota itu diguncang gempa.

Pergerakan ular ini aneh karena biasanya binatang ini tidur lama di tengah musim dingin, dan keluar pada saat suhu membeku merupakan tindakan bunuh diri untuk binatang berdarah dingin ini.*


Terima kasih untuk berkenan membaca isi blog ini, semoga dapat memberikan manfaat yang berarti bagi perkembangan dunia pendidikan kita. Atas segala kekurangannya saya menyampaikan permohonan maaf dan berkenan kiranya untuk meninggalkan komentar atas isi artikel ini. Salam Hormat untuk semuanya

Penelitian: Cinta Singkirkan Rasa Takut


Hasil penelitian terbaru yang diterbitkan dalam Journal of Neuron menunjukkan, penggunaan hormon oksitosin atau hormon cinta, hormon yang melimpah pada ibu yang baru melahirkan, dapat mencegah kebekuan fisik sesaat ketika didera rasa takut.

Pengujian dilakukan pada tikus dengan menginfeksikan virus yang menghasilkan protein penghasil hormon itu ke bagian otak yang merupakan pusat rasa takut, amygdala. Hasilnya, tikus-tikus tersebut tak lagi mengalami kebekuan ketika merasa terancam.

Peneliti Ron Stoop, spesialis psikiatri syaraf dari University of Lausanne, Swiss, mengatakan, studi ini menjelaskan kenapa kecenderungan manusia untuk membeku sesaat akibat rasa takut itu tak berlaku pada ibu yang tengah menyusui, demi melindungi bayinya.

"Ketika kami menyetop (aliran oksitosin), mereka juga berhenti bergerak (saat takut)," kata Stoop.

Hasil studi inipun, ujarnya, bisa digunakan dalam penanganan autisme, sindrom ketakutan dan kekhawatiran berlebih.*  


Terima kasih untuk berkenan membaca isi blog ini, semoga dapat memberikan manfaat yang berarti bagi perkembangan dunia pendidikan kita. Atas segala kekurangannya saya menyampaikan permohonan maaf dan berkenan kiranya untuk meninggalkan komentar atas isi artikel ini. Salam Hormat untuk semuanya

Teka-teki dalam Evolusi Darwin Terpecahkan

Written By INSPIRASI on Thursday, March 22, 2012 | 7:54 AM


Teori evolusi Darwin, terutama soal adapatasi untuk mendukung kelangsungan hidup, telah menjadi dasar pemahaman dalam ilmu biologi. Namun demikian, banyak hal dalam teori evolusi ternyata masih teka-teki.

Salah satu teka-teki berkaitan dengan mimikri, perilaku meniru spesies atau benda lain untuk mempertahankan diri dari serangan predator.

Berdasarkan teori evolusi, suatu spesies harus memiliki mimikri sebaik mungkin sehingga bisa lolos dari "takdir" menjadi makanan predator. Jika ada individu yang tak mampu melakukan mimikri dengan baik, maka mereka pasti akan menjadi mangsa.

Kenyataan di alam ternyata berbeda. Individu dengan perilaku mimikri yang buruk dan yang baik ternyata hampir sama melimpahnya. Artinya, ada yang tak tepat dalam interpretasi teori evolusi.

Tom Sherratt dari Carleton University di Ottawa, Kanada, melakukan penelitian pada lalat apung (hoverflies) untuk memecahkan teka-teki tersebut.

Lalat apung adalah serangga tak berbahaya yang meniru kenampakan lebah dan tawon agar terhindar dari burung. Selain meniru kenampakan, lalat apung juga meniru suara lebah dan tawon.

Sherratt mempelajari 81 spesies lalat apung dan membandingkan kemiripannya dengan lebah dan tawon. Observasi dilakukan lewat jajak pendapat dan di laboratorium.

Sherratt menunjukkan foto setiap spesies pada beberapa orang dan memintanya memberi nilai dari 1-10 untuk menyatakan kemiripan. Sementara, observasi pada ciri-ciri 81 spesies tersebut juga dilakukan, misalnya dengan melihat sayap, antena dan lainnya.

Berdasarkan penelitian, terungkap bahwa lalat apung yang berukuran lebih besar lebih mirip lebah dan tawon daripada yang kecil. Tampak bahwa seiring pertumbuhan lalat apung, kemampuan mimikri pun bertambah.

'Jika Anda adalah serangga yang kecil, maka burung sudah tak tertarik pada Anda. Anda pada dasarnya tidak menguntungkan sebagai makanan sehingga seleksi pada mimikri lemah," kata Sherrat.

Maka, bagi lalat apung kecil, kemampuan mimikri tak perlu terlalu bagus. Pengembangan kemampuan mimikri yang bagus tak sebanding dengan keuntungannya.

"Tapi jika Anda adalah lalat apung gemuk, maka Anda adalah makanan bagus bagi burung. Dan, dalam kasus itu, Anda akan mengalami seleksi lebih kuat untuk bisa tampak seperti lebah atau tawon sehingga meningkatkan proteksi dari predator," jelas Sherraat seperti dikutip BBC, Rabu (21/3/2012).

Hasil penelitian Sherratt dipublikasikan di jurnal Nature, Rabu kemarin.

Sumber : Kompas - BBC



Terima kasih untuk berkenan membaca isi blog ini, semoga dapat memberikan manfaat yang berarti bagi perkembangan dunia pendidikan kita. Atas segala kekurangannya saya menyampaikan permohonan maaf dan berkenan kiranya untuk meninggalkan komentar atas isi artikel ini. Salam Hormat untuk semuanya

Para Arkeolog Menemukan Pesan Rahasia dalam Lukisan Leonardo Da Vinci

Written By INSPIRASI on Thursday, March 15, 2012 | 6:50 AM

Para arkeolog menemukan sebuah pesan rahasia  yang tersembunyi dalam sebuah lukisan Leonardo da Vinci. Pesan itu terungkap di balik dinding Vechio Palazzo, sebuah istana kuno di Florensia yang berdiri sejak 1300-an.
Pesan rahasia itu bertuliskan 'carilah dan kamu akan menemukan' (Cerca trova) pada sebuah lukisan mural di dinding karya Da Vinci. Menurut Dailymail.co.uk, Selasa, (13/3), para peneliti ternyata mengungkapkan pesan rahasia tersebut merujuk pada sebuah karya Da Vinci yang telah hilang sejak 400 tahun yang lalu.
Sebuah kamera mini endoskopi dimasukkan ke dalam bagian dinding di Vechio Palazzo, dan memperoleh sampel dari pigmen kimia yang Da Vinci juga digunakan dalam lukisan Mona Lisa. Lukisan Mona Lisa dianggap salah satu karya Da Vinci yang paling fenomenal, yang diasumsikan telah hancur oleh api pada abad ke-16.
Penemuan ini membuat peneliti percaya bahwa mungkin berbagai karya Da Vinci yang fenomenal telah sengaja disembunyikan oleh pelukis lain. Para arkeolog mulai menyelidiki  mural di Vechio Palazzo setelah seorang arkeolog menemukan kata-kata, 'Cerca trova'.
"Data-data yang ditemukan ini sangat menggembirakan," kata Peneliti dari National Geographic, Maurizio Seracini. Meskipun Ilmuwan masih dalam tahap awal penelitian, dan masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk memecahkan misteri ini.
Pada 1503, Da Vinci ditugaskan oleh Gonfaloniere Piero Soderini melukis 'Pertempuran Anghiari' di Aula 500 dari Palazzo Vecchio, pusat pemerintahan di Florence.
Lukisan itu memperingati kemenangan 1440 dari pertempuran di dataran Anghiari antara Milan dan Liga Italia dipimpin oleh Republik Florence. Para Florentines hadir sebagai kekuatan penting di Italia tengah, mendominasi Kepausan dan politik Italia selama ratusan tahun.
Karya Leonardo Da Vinci sendiri sempat heboh dalam dunia perfilman, melalui film fiksi ilmiah yang berjudul Da Vinci Code. Film itu menceritakan bagaimana rahasia lukisan karya Da Vinci mengungkap tentang sosok Jesus dalam lukisan 'the Last Supper'nya.
Leonado Da Vinci adalah seniman sekaligus ilmuwan yang lahir pada 1452, zaman pencerahan (Renaissance) Eropa. Karyanya beserta karya ilmuwan zaman pencerahan lain, seperti Galileo Galilei banyak ditentang oleh pihak gereja pada saat itu yang menentang ilmu pengetahuan. Namun karena pendekatan ilmiah Da Vinci dengan menggunakan seni membuat dirinya lebih aman dibanding Galileo.



Terima kasih untuk berkenan membaca isi blog ini, semoga dapat memberikan manfaat yang berarti bagi perkembangan dunia pendidikan kita. Atas segala kekurangannya saya menyampaikan permohonan maaf dan berkenan kiranya untuk meninggalkan komentar atas isi artikel ini. Salam Hormat untuk semuanya

Inovasi Mahasiswa UNY : Permen "Perjaka"

Written By INSPIRASI on Sunday, November 13, 2011 | 11:49 PM

Permen adalah panganan kegemaran anak-anak yang terbuat dari gula dan sedikit protein. Bayangkan jika bahan baku pembuat permen adalah daging ikan? Bagaimana ya rasanya?

Ya, di tangan Nuky Hanggara dan Erfin Dwi Priana, daging ikan kakap bisa disulap menjadi permen kaya protein. Bahkan, kedua mahasiswa pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) ini juga memberikan nama unik bagi produk mereka, yakni Perjaka.

Menurut Nungky, pemilihan ikan kakap sebagai bahan baku Perjaka berdasarkan berbagai pertimbangan. Kandungan protein yang tinggi serta baunya yang tidak terlalu amis, menjadi salah satu alasan utama.

"Namun tetap digunakan nanas sebagai campuran untuk menghilangkan bau amis ikan. Kalau ikan laut lain, seperti Salmon, harganya mahal dan saat dimasak baunya semakin amis," ujar Nungky yang merupakan alumni jurusan Tata Boga UNY seperti dilansir dari situs UNY, Kamis (10/11/2011).

Selain ikan, lanjutnya, rumput laut juga menjadi bahan baku dalam pembuatan Perjaka. Perbandingan bahan-bahan baku tersebut yakni 20 persen daging ikan kakap, 50 persen rumput laut, dan 30 persen sisanya terdiri dari gelatin, nanas, perasa alami, gula, serta air.

Bahkan tidak hanya mengandung protein, Perjaka juga kaya akan vitamin. Hal ini dibuktikan dengan variasi rasa Perjaka yaitu sawi, strawberi dan bit, wortel, cokelat, serta kopi.

"Perjaka sangat baik untuk anak-anak, karena memiliki kandungan gizi yang lengkap dan membantu anak-anak yang kesulitan mengonsumsi ikan," katanya menjelaskan.

Cara pembuatan permen sehat ini juga terbilang mudah. Semua bahan baku dihaluskan menggunakan blender kemudian dipanaskan dan ditambahkan gula. Selanjutnya, tuangkan gelatin yang telah dipanaskan dengan air. Aduk rata dan cetak.

Hasil karya dua sekawan ini berhasil meraih juara empat dalam lomba Inovasi Pengembangan Produk Perikanan kategori mahasiswa. Perlombaan yang dihelat belum lama ini di Jakarta merupakan besutan Kementerian Kelautan dan Perikanan.(kampus.okezone.com)


Terima kasih untuk berkenan membaca isi blog ini, semoga dapat memberikan manfaat yang berarti bagi perkembangan dunia pendidikan kita. Atas segala kekurangannya saya menyampaikan permohonan maaf dan berkenan kiranya untuk meninggalkan komentar atas isi artikel ini. Salam Hormat untuk semuanya

"Api Abadi" Ditemukan di Tuban

Written By INSPIRASI on Sunday, October 30, 2011 | 4:42 AM

Selama ini, kabupaten Tuban, Jawa Timur terkenal sebagai kota seribu goa. Tapi tak hanya itu, Tuban ternyata juga menyimpan pesona yang bisa dikatakan sebagai fenomena alam. Sebab, di desa Maindu, kecamatan Montong, Tuban, terdapat api abadi yang tak kunjung padam.

Api abadi ini baru diketahui hari ini, Minggu, 30 Oktober 2011. Penemuan ini pun membuat warga sekitarnya geger.

Api abadi tersebut diduga muncul dari gas bumi, sebab baunya yang seperti gas elpiji. Gas tersebut diperkirakan berasal dari dari panas bumi yang muncul dari sela-sela tanah.

Khosim, salah satu warga setempat menyatakan, dulunya ada lubang kecil dari tanah yang muncul, dan memiliki bau gas. Lantas warga langsung memberi api, ternyata api tersebut menyala dan tidak bisa dimatikan sehingga langsung dinamakan api abadi.

”Warga yang mengetahui ada lubang gas langsung menyalakan api. Sehingga menyala hingga sekarang,” jelas Khosim.

Khosim melanjutkan, ada lubang tanah di desa setempat yang juga mengeluarkan gas yang juga mudah terbakar. Tercatat ada 8 titik lubang. Namun, untuk saat ini hanya ada satu titik yang dibiarkan oleh warga, dan yang lainnya ditutup dengan plaster semen.

Lokasi api abadi ini, terdapat di tengah persawahan para warga, dengan latar belakang bukit White While (dinding putih). Kalau anak-anak Pramuka mengenal lokasi ini dengan sebutan Van Deer Plash. Jarak tempatnya dari Kabupaten Tuban kurang lebih 30 km.

Sebelumnya, api abadi yang sudah dikenal masyarakat secara luas merupakan api abadi Mrapen. Terletak di kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, api abadi Mrapen merupakan api yang keluar dari tanah, dan tidak akan padam walaupun turun hujan.

Api Mrapen pun digunakan dalam sejumlah acara internasional. Antara lain, pesta olahraga internasional Games of New Emerging Force (Ganefo) pada 1 November 1963. Selain itu, api Mrapen juga digunakan dalam acara Pekan Olahraga Nasional dan upacara hari raya Waisak.


Terima kasih untuk berkenan membaca isi blog ini, semoga dapat memberikan manfaat yang berarti bagi perkembangan dunia pendidikan kita. Atas segala kekurangannya saya menyampaikan permohonan maaf dan berkenan kiranya untuk meninggalkan komentar atas isi artikel ini. Salam Hormat untuk semuanya

Lumba-lumba Jenis Baru Ditemukan di Australia

Written By INSPIRASI on Friday, September 16, 2011 | 4:01 PM

Para ilmuwan Australia secara resmi bahwa mereka menemukan spesies baru ikan lumba-lumba di wilayah Victoria, Australia.

Seperti yang dikutip dari The Hindu, Jumat (16/9/2011), para ilmuwan menemukan spesies baru tersebut pada koloni ikan lumba-lumba di pantai Port Phillip Bay di Victoria dan danau Gippsland Lakes.

Menurut jurnal jurnal PLoS ONE, yang mempublikasikan berita tersebut, penemuan ini merupakan kali ketiga sejak abad-19, bahwa sebuah spesies terbaru ikan lumba-lumba telah ditemukan.

Lumba-lumba tersebut awalnya diduga sebagai lumba-lumba jenis hidung botol lainnya, tapi setelah diteliti struktur tulang dan karakteristik lainnya, disimpulkan bahwa lumba-lumba tersebut merupakan seekor spesies baru, yang bernama Tursiops Australis.

"Ini merupakan penemuan yang luar biasa, karena hanya ada tiga jenis lumba-lumba terbaru yang diidentifikasi sejak tahun 1800-an. Ternyata selama ini lumba-lumba tersebut hidup di sekitar kita, yakni di pantai Port Phillip Bay di Victoria dan danau Gippsland Lakes," ujar Kate Charlton-Robb, peneliti dari Monash University.

"Penelitian ini juga menunjukkan masih banyak penemuan yang menunggu untuk ditemukan oleh manusia," pungkasnya.
(okezone.com)


Terima kasih untuk berkenan membaca isi blog ini, semoga dapat memberikan manfaat yang berarti bagi perkembangan dunia pendidikan kita. Atas segala kekurangannya saya menyampaikan permohonan maaf dan berkenan kiranya untuk meninggalkan komentar atas isi artikel ini. Salam Hormat untuk semuanya

DITEMUKAN, PLANET MIRIP BUMI YANG LAYAK HUNI

Written By INSPIRASI on Saturday, August 6, 2011 | 4:07 AM

Hasil pengamatan observatorium MW Keck di Hawaii, Amerika Serikat, selama 11 tahun membuahkan hasil. Para ilmuwan menemukan sebuah planet yang paling mirip dengan Bumi. Planet itulah kemungkinan bisa dihuni manusia. Seperti dilansir Telegraph.co.uk, 29 September 2010, sebuah tim 'pemburu planet' menamai planet yang paling mirip dengan Bumi itu dengan nama Gliese 581g. Planet yang ukurannya hampir sama dengan Bumi itu mengorbit dan berada di tengah 'zona huni perbintangan'. Peneliti juga menemukan zat cair dapat eksis di permukaan planet itu. Ini akan menjadi planet paling mirip Bumi yang belum pernah ditemukan sebelumnya. Ini juga merupakan planet pertama yang paling berpotensi dihuni manusia. "Temuan kami ini sangat menarik dan menawarkan kemungkinan bahwa planet ini berpotensi untuk dihuni," kata Profesor Steven Vogt di University of California. Sebelumnya, Badan Antariksa AS (NASA) juga menemukan planet mirip bumi, Kepler 9. Gliese 581g ditemukan berdasarkan observasi yang dilakukan menggunakan teknik tercanggih yang dikombinasikan dengan teleskop 'kuno'. Yang paling menarik dari dua planet Gliese 581g adalah, dia memiliki massa tiga sampai empat kali dari Bumi dan periode orbit hanya di bawah 37 hari. Volume massa itu menunjukkan bahwa planet itu kemungkinan merupakan planet berbatu dengan permukaan tertentu. Itu juga menunjukkan bahwa planet itu memiliki gravitasi yang cukup. Gliese 581g terletak dengan jarak 20 tahun cahaya dari Bumi, tepatnya berada di konstelasi Libra. Posisi planet ini, satu sisi selalu menghadap bintang dan memiliki suhu panas yang memungkinkan manusia untuk berjemur secara terus-menerus di siang hari. Di bagian samping yang menghadap jauh dari bintang, berada dalam kegelapan yang terus-menerus. Para peneliti memperkirakan rata-rata suhu permukaan planet ini antara -24 dan 10 derajat Fahrenheit atau -31 sampai -12 derajat Celsius. Suhunya akan sangat terik saat posisinya menghadap bintang dan bisa terjadi pembekuan saat sedang gelap. Menurut Profesor Vogt, gravitasi di permukaan planet itu hampir sama atau sedikit lebih tinggi dari Bumi, sehingga orang dapat dengan mudah berjalan tegak di planet ini. "Faktanya, kami mampu mendeteksi planet ini begitu cepat dan sangat dekat. Ini memiliki arti bahwa planet seperti ini benar-benar berciri umum, seperti Bumi," jelasnya. Prof Vogt dan Paul Butler, dari Carnegie Institution di Washington, mengatakan temuan-temuan baru tim itu dilaporkan dalam sebuah makalah yang akan diterbitkan dalam Jurnal Astrophysical. (kd) Sumber : www.vivanews.com

Terima kasih untuk berkenan membaca isi blog ini, semoga dapat memberikan manfaat yang berarti bagi perkembangan dunia pendidikan kita. Atas segala kekurangannya saya menyampaikan permohonan maaf dan berkenan kiranya untuk meninggalkan komentar atas isi artikel ini. Salam Hormat untuk semuanya

Kaus Kaki Kotor Bantu Lawan Malaria

Written By INSPIRASI on Friday, July 22, 2011 | 12:55 AM


Peneliti Amerika Serikat (AS) dan Kanada menginformasikan sebuah pengetahuan yang sangat unik. Ternyata baupada kaus kaki kotor dapat digunakan untuk memikat nyamuk ke dalam perangkat yang mematikan sebelum mereka menyebarkan malaria.

"Nyamuk lebih tertarik pada bau kaki kotor dari manusia yang sedang tidur ditempat yang sama,"ungkap Dr Fredros Okumu, dari Ifakara Health Institute di Tanzania.
"Kami memiliki dua rumah percobaan, pada rumah pertama di dalamnya terdapat manusia yang sedang tidur dan pada rumah kedua juga terdapat manusia yang tidur, namun dicampuri dengan sintesis dari bau pada kauskaki. Kami menyadari bahwa kami mendapatkan nyamuk empat kali lebih banyak masuk ke dalam rumah yang telah dicampuri sintesis tersebut. Kemudian, ketika disemprot dengan insektisida semua nyamuk mati,"jelas Okumu.

"Ketika nyamuk melintasi kompleks, mereka merasakan sesuatu yang mereka pikir itu adalah manusia. Mereka berusaha menggigit orang atau perangkat yang ada disekitarnya, bukannya darah yang mereka dapatkan justru mereka malah terbunuh," terang Okumu, seperti yang dilansir Straits Times, Kamis (14/7/2011).

Atas penemuannya ini Dr Fredros Okumu mendapatkan hadiah sebesar USD 775 ribu dari Bill dan Melinda Gates Foundation dan LSM Kanada dan mencoba penemuannya untuk diterapkan pada sejumlah desa di Tanzania untuk mengukur efeknya pada kesehatan masyarakat.

Perangkat tersebut akan ditempatkan di luar rumah dalam rangka menyelamatkan nyawa manusia dengan menggunakan jaring penolak nyamuk. Harapannya agar angka penderita malaria bisa berkurang dan tidak ada korban jiwa akibat penyakit yang disebabkan oleh nyamuk ini. 


Terima kasih untuk berkenan membaca isi blog ini, semoga dapat memberikan manfaat yang berarti bagi perkembangan dunia pendidikan kita. Atas segala kekurangannya saya menyampaikan permohonan maaf dan berkenan kiranya untuk meninggalkan komentar atas isi artikel ini. Salam Hormat untuk semuanya

Teori faktor kelangsingan

Written By INSPIRASI on Tuesday, July 5, 2011 | 9:27 PM

ATLET pecut dari Jamaica, Usain Bolt membuat kejutan baru-baru ini apabila melahirkan keyakinan untuk memecahkan rekod dunia ciptaannya 9.69 saat dalam acara pecut 100 meter. Pemenang pingat emas Olimpik tiga kali itu kemudiannya yakin bukan mustahil baginya untuk mencatat 9.54 saat.
Keyakinan itu kemungkinan besar susulan daripada satu kajian terbaru yang didedahkankan Duke University Amerika Syarikat (AS) bahawa atlet pecut yang lebih tinggi, besar dan berat tetapi lebih langsing, mempunyai ciri-ciri pemecah rekod dunia.
Mungkin tidak masuk akal untuk mengatakan atlet yang lebih besar sebagai lebih pantas. Tetapi, Jordan Charles dari universiti berkenaan telah mengumpulkan maklumat mengenai tinggi, berat dan satu ukuran yang dipanggil `faktor kelangsingan’ daripada semua pemenang rekod dunia bagi acara pecut 100 meter larian dan renangan dari tahun 1900.
Charles mengguna pakai ‘teori pembinaan’ yang dipelajari daripada mentornya, Adrian Bejan, Profesor Kejuruteraan mekanikal di Duke.
Ia menunjukkan bagaimana objek bergerak berdasarkan persekitarannya.
BENARKAH lebih tinggi faktor kelangsingan seseorang lebih pantas dia boleh berlari?

Kajian tersebut dilaporkan dalam Journal of Experimental Biology.
Untuk tujuan lokomotif, seseorang manusia itu perlu mengatasi dua perkara iaitu graviti dan geseran. Pertama, atlet tersebut perlu mengangkat kakinya dari tanah atau memastikan dirinya berada di atas garis air tanpa tenggelam. Kedua, halangan udara yang mengehadkan kelajuan.
Maka, orang yang mempunyai tubuh yang lebih besar dan lebih kuat akan cemerlang dalam berdepan dengan graviti sementara faktor kelangsingan membantu masalah pergeseran udara.
Atlet yang boleh membina lebih banyak otot pada rangka aerodinamik turut mempunyai kelebihan.
Pada tahun 1929, Eddie Tolan yang mempunyai faktor kelangsingan 7.61 memecah rekod dunia acara 100 meter balapan dengan 10.4 saat. Apabila Bolt berlari dengan catatan masa 9.69 saat dalam acara yang sama pada Olimpik 2008, faktor kelangsingannya ialah 8.29 dan merupakan juara pecut paling tinggi dalam sejarah iaitu 1.96 meter.


==================================

Terima kasih untuk berkenan membaca isi blog ini, semoga dapat memberikan manfaat yang berarti bagi perkembangan dunia pendidikan kita. Atas segala kekurangannya saya menyampaikan permohonan maaf dan berkenan kiranya untuk meninggalkan komentar atas isi artikel ini. Salam Hormat untuk semuanya

Spesies lalat pembunuh anai-anai ditemui

Sejenis spesies lalat parasit dikenali sebagai Misotermes Mindeni yang ditemui secara tidak sengaja di kampus USM Pulau Pinang dilihat boleh menjadi musuh utama anai-anai dari spesies Macrotermes Gilvus.

NEOH KOK BOON dan penyelianya, Prof. Lee Chow Yang mengakui penemuan ini masih memerlukan kajian mendalam.

SETIAP tahun di Malaysia, kira-kira RM50 juta terpaksa dibelanjakan untuk membasmi anai-anai yang menjadi musuh utama industri pembinaan.
Sedangkan kos memperbaiki kerosakan akibat serangan makhluk perosak itu, dianggarkan tiga atau empat kali lebih besar daripada kos menghapuskannya.
Namun, penemuan terbaru seorang penuntut Ijazah Doktor Falsafah dari Universiti Sains Malaysia (USM) diharap dapat mengatasi masalah itu, sekali gus boleh memusnahkan koloni anai-anai.
Sejenis spesies lalat parasit yang dinamakan Misotermes Mindeni ditemui di kampus USM Pulau Pinang. Ia dilihat boleh menjadi musuh utama anai-anai spesies Macrotermes Gilvus.

LALAT parasit ini membunuh anai-anai dengan cara memindahkan larva ke dalam tubuh mangsanya.

Menurut penuntut dari Makmal Entomologi Bandar, Unit Kajian Kawalan Vektor, Pusat Pengajian Sains Biologi USM, Neoh Kok Boon, lalat itu ditemui secara tidak sengaja ketika dia melakukan kajian mengenai anai-anai di kampus USM.
“Saya menemui anai-anai askar yang agak ganjil daripada biasa. Kepalanya agak besar dan memiliki badan yang kecil. Selain pelik dengan anai-anai itu, saya juga mendapati ada pergerakan di bahagian perutnya.
“Selepas beberapa hari, ia mati. Hasil pemeriksaan mendapati ada lalat di dalam badan anai-anai itu,” katanya pada sidang media di USM baru-baru ini.
Dr. Henry Disney, seorang pengkaji lalat dari Universiti Cambridge mengesahkan lalat itu sebagai satu spesies baru dalam bidang sains.

KEADAAN seekor anai-anai yang telah ‘diserang’ oleh lalat parasit.

Jelas Kok Boon lagi, dia dan penyelianya, Profesor Lee Chow Yang mengandaikan lalat itu memindahkan larvanya ke dalam anai-anai. Namun, cara serangan itu masih dikaji.
“Larva itu akan membesar di dalam kepala anai-anai sebelum berpindah ke bahagian abdomen. Akhirnya ia memecahkan dinding abdomen anai-anai.
“Cairan di badan anai-anai itu akan keluar. Kemudian, proses mengering akan membolehkan larva lalat terus membiak selepas anai-anai itu terbunuh,” ujarnya.
Chow Yang mengakui pihaknya masih mengkaji sama ada lalat ini mampu memainkan peranan besar dalam usaha memusnahkan anai-anai.
“Kami akan meneruskan kajian tentang kegunaan spesies lalat ini. Harap-harap, ia dapat memberi manfaat kepada semua,” katanya.


=======================================

Terima kasih untuk berkenan membaca isi blog ini, semoga dapat memberikan manfaat yang berarti bagi perkembangan dunia pendidikan kita. Atas segala kekurangannya saya menyampaikan permohonan maaf dan berkenan kiranya untuk meninggalkan komentar atas isi artikel ini. Salam Hormat untuk semuanya

Anjing Sebagai Ahli Terapi Anak Terbaik?

Written By INSPIRASI on Thursday, June 30, 2011 | 11:24 PM

Memiliki keterikatan dengan anjing kedengarannya seperti pengobatan yang sempurna bagi anak-anak yang kehilangan kepercayaan mereka terhadap orang-orang.

Anjing Sebagai Ahli Terapi Anak Terbaik?

Penelitian yang dipimpin oleh Trisha Markle yang sudah lama menggeluti bidang psikologi di Universitas Brigham Young, mempelajari pengaruh kuat terapi yang dibantu hewan untuk anak-anak yang menderita gangguan hubungan reaktif.

Studi panduan yang dilakukannya bersama staf Rumah Sakit Negara Bagian Utah melibatkan dua anjing dan satu tim penanganan yang mendukung terapi bagi anak-anak di bawah 10 tahun. Trisha mengawasi kru audio-visual yang merekam dan mengkategorikan tingkah laku anak-anak, ekspresi wajah dan interaksi selama sesi terapi.

Anak-anak yang bergumul dengan gangguan hubungan reaktif cenderung memiliki sejarah pelecehan atau pengabaian. Tersenyum serta membuka percakapan sering kali tidak datang secara alami. Di titik itulah anjing masuk ke dalam proses. Anak-anak itu diajarkan cara anjing-anjing mengekspresikan petunjuk-petunjuk emosional dan meluangkan waktu bermain dengan mereka, dan akhirnya melatih mereka untuk melakukan trik-trik. Setiap anak diberikan waktu sendiri dengan seekor anjing.

"Pada mulanya anak-anak itu gugup, tapi akhirnya menjadi suka dengan anjing-anjing itu dan menanyakan tentang mereka ketika anjing-anjing tersebut tak ada," kata Trisha. "Satu orang anak dulunya sangat pendiam dan malu-malu, sekarang dia terbuka dan lebih bersemangat."

Profesor psikologi Universitas Brigham Young yaitu Gary Burlingame bertugas sebagai penasehat Trisha. Burlingame dan beberapa kolega di UBY terkenal dengan pengembangan sistem-sistem yang bisa diandalkan untuk mengikuti kemajuan atau kemunduran kesehatan mental pasien-pasien. Trisha juga punya seorang penasehat di Kaylyn Ellis yang mengatur program terapi di Rumah Sakit Negara Bagian Utah.

Terapi yang dibantu hewan dipraktekkan secara luas, dan tak kekurangan bukti anekdot tentang keberhasilannya, tapi yang membuat penelitian Trisha unik ialah data kuantitatif yang akan disediakannya melalui program dan evaluasi.

Ketika studi panduan berakhir, Trisha dan kedua penasehatnya akan meluncurkan satu studi penuh. Ini akan menjadi pemeriksaan sistematik pertama tentang dampak terapi yang dibantu hewan bagi gangguan hubungan reaktif.

=============================================

Terima kasih untuk berkenan membaca isi blog ini, semoga dapat memberikan manfaat yang berarti bagi perkembangan dunia pendidikan kita. Atas segala kekurangannya saya menyampaikan permohonan maaf dan berkenan kiranya untuk meninggalkan komentar atas isi artikel ini. Salam Hormat untuk semuanya

Semut Melindungi Pohon Dari Gajah

Spesies pohon akasia di Afrika bagian timur nampaknya dilindungi oleh sekawanan semut yang tinggal di situ dari kerusakan yang ditimbulkan oleh kawanan gajah.

Semut Melindungi Pohon Dari Gajah

Para peneliti dari Universitas Wyoming dan Florida di Amerika Serikat melakukan serangkaian studi di daerah Laikipidia Tengah, dan Taman Nasional Tsavo di Kenya, seperti yang dilansir oleh BBC pada tanggal 2 September.

Perlindungan pohon menurun saat jumlah gajah meningkat. Perlindungan pohon tetap sama ketika para gajah dilarang masuk dengan menggunakan pagar listrik tinggi di mana hewan-hewan lainnya bisa masuk.

Gajah sangat efektif mencarik kulit kayu dan menghancurkannya ketika sedang makan. "Jumlah gajah di dataran tinggi tengah Kenya telah bertambah dengan pesat pada tahun-tahun belakangan ini sehingga kami mendapati pohon-pohon yang rusak berat karena gajah di berbagai tempat saat ini," kata Todd Palmer yang merupakan penggagas studi itu.

Namun para peneliti terkesima ketika mereka memperhatikan bahwa perlindungan pohon hanya menurun di wilayah yang tanahnya agak berpasir dan bukan yang bertanah liat.

Profesor Palmer bersama Jake Goheen yang mempublikasikan penemuan mereka di jurnal Current Biology, memperhatikan bahwa di wilayah bertanah liat nampaknya cuma satu jenis pohon yaitu akasia yang disebut Acacia drepanolobium. Di wilayah lain dengan tanah agak berpasir, ada lebih banyak jenis pohon.

Yang spesial tentang jenis pohon ini ialah pohon ini memiliki hubungan simbiosis dengan kawanan semut. Tumbuhan itu menyediakan naungan dan makanan bagi semut-semut itu, dan sekarang nampaknya semut-semut tersebut melindungi tumbuhan itu dari kawanan gajah.

Untuk mencari tahu lebih jelas lagi apa yang membuat kawanan gajah menjauh dari pohon-pohon ini, Profesor Palmer dan Goheen pertama-tama mengeluarkan kawanan semut dari tumbuhan semut tersebut.

Kawanan gajah kemudian menjadi tertarik untuk memakan pohon-pohon itu, tapi kawanan semut itu datang kembali. Lebih banyak semut yang ada, lebih kurang gajah-gajah yang ingin memakan pohon-pohon itu.

Setelah itu, mereka memberikan empat jenis cabang pohon kepada gajah-gajah setengah liar di pusat rehabilitasi di Taman Nasional Tsavo.

Para gajah mencoba tumbuhan semut, baik tanpa semut atau ada semut, dan tumbuhan akasia lainnya, juga tanpa atau ada semut. "Para gajah bahkan tak mau menyentuh cabang-cabang yang ada semutnya, mereka bisa mencium semut-semut itu dan tahu bahwa akan merasa sakit jika memakannya," kata Profesor Goheen.

Para gajah nampaknya waspada terhadap gigitan di bagian lunak di bawah belalai mereka.

Herbivora besar lainnya, khususnya para jerapah, akan memakan tumbuhan itu, mungkin karena mereka tidak terganggu oleh para semut itu. Nigel Raine, ahli ekologi lainnya dari Royal Holloway, Universitas London, juga mempelajari tumbuhan semut ini dan mengatakan bahwa para jerapah akan memakan daun-daun tumbuhan itu walaupun para semut akan mengerumuni wajah dan mulut mereka dan mencoba menggigit mereka.

"Tiap kali anda menganggu tajuk pohon itu, para semut akan datang dan memeriksanya. Sebagai seorang ahli ekologi, kamu akan mendapat banyak gigitan dan sengatan," kata DR. Raine.

Tumbu-tumbuhan yang simbiotik dengan semut bisa ditemukan di belahan dunia lainnya, khususnya Amerika Tengah dan Selatan di mana tidak terdapat gajah, tapi herbivora-herbivora besar hidup sebelum akhirnya punah.

Dalam dongeng, gajah takut akan tikus, tapi dalam kenyataanya gajah nampaknya lebih takut akan serangga. Penelitian sebelumnya menemukan bahwa gajah tak hanya takut pada semut tapi akan menghindar dari wilayah-wilayah yang ada lebahnya, begitu mereka mendengar para lebah mendengung.

=================================

Terima kasih untuk berkenan membaca isi blog ini, semoga dapat memberikan manfaat yang berarti bagi perkembangan dunia pendidikan kita. Atas segala kekurangannya saya menyampaikan permohonan maaf dan berkenan kiranya untuk meninggalkan komentar atas isi artikel ini. Salam Hormat untuk semuanya

Artikel Islami

More on this category »
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. INSPIRASI - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger