Yusuf Blog News :

Latest Post

Showing posts with label Olahraga. Show all posts
Showing posts with label Olahraga. Show all posts

Langkah Dramatis AS ke Final Olimpiade

Written By INSPIRASI on Tuesday, August 7, 2012 | 12:54 AM


Drama luar biasa tersaji pada semifinal sepakbola wanita Olimpiade 2012 London yang mempertemukan Kanada melawan Amerika Serikat. Mengejar ketinggalan tiga kali, AS akhirnya menang  dengan skor 4-3 pada detik-detik akhir perpanjangan waktu.

Bermain di Old Trafford, Senin 6 Agustus 2012 atau Selasa dini hari WIB, Kanada unggul tiga kali lewat hattrick kapten mereka, Cristine Sinclair. Namun perlawanan luar biasa 'The Stars and Stripes' patut diacungi jempol.

Kanada unggul lebih dulu pada babak pertama. Di menit ke-22, Christine Sinclair berhasil mencetak gol usai melakukan pergerakan menawan di dalam kotak penalti AS. Skor 1-0 bertahan sampai turun minum.

AS akhirnya bisa menyamakan kedudukan saat babak kedua baru berjalan sembilan menit. Sepak pojok Megan Rapinoe ke tiang dekat gagal diantisipasi pemain belakang dan kiper Kanada. Bola pun bergulir masuk melewati garis gawang.

Drama semifinal Olimpiade mulai terjadi saat laga memasuki satu jam. Kanada berhasil kembali unggul setelah tandukan Sincalir membobol gawang Hope Solo menit ke-68.

Dua menit berselang, AS lagi-lagi sukses menyamakan kedudukan dan lagi-lagi lewat Rapione, yang tendangan kerasnya masuk setelah menghajar tiang jauh.

Namun, aksi Kanada dan Sinclair belum selesai. Hattrick berhasil dikemas sang kapten setelah tandukannya jauh dari jangkauan Solo. Kanada kembali unggul 3-2 pada menit ke-73.

Keunggulan itu berhasil dikejar oleh AS tujuh menit kemudian. Berawal dari tendangan bebas tidak langsung dari dalam kotak penalti, bola menyentuh lengan Marie-Eve Nault. Wasit pun menunjuk titik putih.

Abby Wambach yang ditunjuk sebagai eksekutor tanpa kesulitan menaklukan kiper Erin McLeod. Papan skor pun kembali berubah jadi imbang 3-3. Ini adalah gol kelima Wambach dalam lima laga di Olimpiade 2012, dan gol ke-143 sepanjang karir internasionalnya.

Kedua tim masih saling menyerang dalam 10 menit terakhir, namun sampai peluit panjang skor masih imbang. Pertandingan terpaksa masuk ke perpanjangan waktu.

Selama 15 menit x 2 perpanjangan waktu, kedua tim terus saling menyerang. Meski fisik sudah terkuras, Kanada dan AS sama-sama tampil ngotot. Saat pertandingan kurang dari 60 detik ke adu penalti, AS akhirnya berhasil mencuri 'gol pembunuh'.

Menerima umpan matang Kelley O'Hara dari sisi kanan lapangan, Alex Morgan dengan cantik menanduk bola yang tidak dapat dijangkau kiper Kanada. Kanada pun tak dapat mengejar, skor akhir 4-3 bertahan untuk AS.

Pada laga perebutan medali emas, AS akan menghadapi Jepang di Stadion Wembley, Kamis 9 Agustus 2012 atau Jumat dini hari WIB.

Laga ini akan jadi ajang balas dendam Hope Solo cs karena mereka kalah dari 'Samurai Biru' pada final Piala Dunia Wanita 2011.

Susunan Pemain:
Kanada: McLeod; Moscato, Wilkinson, Nault (Stewart 101'), Sesselmann; Schmidt, Matheson, Scott, Sinclair; Tancredi, Filigno (Kyle 67')

AS: Solo; Buehler (Sauerbrunn 110'), Rampone, LePeilbet (Leroux 76'); O'Hara, Heath, Rapione, Lloyd; Cheney (O'Reilly 101'), Morgan, Wambach


Terima kasih untuk berkenan membaca isi blog ini, semoga dapat memberikan manfaat yang berarti bagi perkembangan dunia pendidikan kita. Atas segala kekurangannya saya menyampaikan permohonan maaf dan berkenan kiranya untuk meninggalkan komentar atas isi artikel ini. Salam Hormat untuk semuanya

Triyatno, Lifter Andalan Indonesia

Written By INSPIRASI on Monday, August 6, 2012 | 2:37 AM


Lifter kebanggaan Indonesia, Triyatno, adalah anak dari keluarga petani pasangan Suparno dan Sukatinah. Dia mengawali olahraga angkat besi di usia 14 tahun.

"Waktu itu diajak teman untuk ikut berlatih. Ya sudah saya ikut saja," kata atlet kelahiran 20 Desember 1987 yang besar di Lampung itu, usai menyabet medali perak Olimpiade London 2012, Selasa (31/7/2012).

"Pertama latihan badan sakit semua," katanya mengenang awal kariernya sepuluh tahun yang lalu.

Ucapan pelatihnya waktu itu, Yon Haryono, "Nanti kalau kamu juara bisa menginap di hotel gratis, pergi ke mana saja gratis" telah menyulut semangatnya untuk berlatih keras.

Tidak sia-sia, hasil latihan kerasnya membuahkan medali perunggu Olimpiade Beijing 2008. Ia juga meraih emas di Kejuaraan Asia 2009, dan perunggu di Kejuaraan Dunia 2009 dan 2010.

Medali emas Kejuaraan Asia 2009 di Kazakhstan juga diraih pria yang berencana menikahi kekasihnya, sesama lifter, Riska Anjani, usai PON Riau akhir tahun ini.

"Saya berlatih setiap hari kecuali Kamis dan Minggu libur," kata atlet asuhan pelatih Lukman itu.  

Buah prestasinya tentu tidak saja medali. Bonus demi bonus mengalir seiring dengan meningkatnya prestasi yang diraihnya. Ia bisa memberangkatkan kedua orangtuanya pergi haji, yang juga diakuinya semuanya berkat hasil dari angkat besi.

"Semuanya (yang saya punya) dari angkat besi," kata Triyatno yang kakak sulungnya menjadi TKI di Malaysia, dan kakak keduanya tinggal di rumah mengurus sawah dan ladang.

Sekarang, setelah semua yang ia raih, Triyatno masih menyimpan harapan untuk dapat tampil di Olimpiade Rio de Janeiro 2016 dan meningkatkan perolehannya menjadi emas.

"Insya Allah saya masih bisa tampil di Rio," katanya. "Tentu saja harus melalui usaha mati-matian."


Terima kasih untuk berkenan membaca isi blog ini, semoga dapat memberikan manfaat yang berarti bagi perkembangan dunia pendidikan kita. Atas segala kekurangannya saya menyampaikan permohonan maaf dan berkenan kiranya untuk meninggalkan komentar atas isi artikel ini. Salam Hormat untuk semuanya

Perenang Amerika Serikat, Michael Phelps


Di Athena 2004, renang untuk pertama kalinya mementaskan seorang atlet yang kemudian menjadi olimpian terdahsyat sepanjang sejarah. Di Athena-lah perenang AS Michael Phelps merebut enam keping emas.

Empat tahun kemudian di Beijing 2008, dia menambah koleksinya dengan merebut delapan emas olimpiade. Phelps yang semasa kecil didiagnosis menderita autis atau attention-deficit hyperactivity disorder (ADHD), pun menjadi atlet yang di seluruh dunia dan di sepanjang zaman mengumpulkan medali terbanyak. Dia mengoleksi 14 emas dan 2 perunggu dari dua olimpiade.

Selain senam, renang kerap melahirkan olimpian yang begitu dahaga akan kemenangan, lapar akan puncak kedigdayaan.

Bersinggungan zaman dengan Phelps, dunia juga terkagum-kagum dengan perenang Australia, Ian ”Thorpedo” Thorpe. Seperti Phelps, Thorpe kecil juga bukanlah anak yang beruntung. Pada usia delapan tahun, dia didiagnosis alergi terhadap chlorin, zat yang justru umum digunakan sebagai disinfektan di kolam renang.

Namun begitu, Thorpe yang spesialis gaya bebas meraih dua emas di Athena. Dengan baju kulit hiunya, dia juga meraih tiga keping emas di depan khalayaknya sendiri, saat olimpiade digelar di Sydney pada 2000.

Adapun Atlanta 1996 dan Barcelona 1992 adalah panggung bagi perenang Rusia Alexandr Popov. Raja gaya bebas Eropa itu melengkapi enam emas Kejuaraan Dunia yang dia miliki, dengan empat medali emas olimpiade.

Popov adalah penerus nama besar perenang AS Matt Biondi. Seperti Popov, Biondi spesialis gaya bebas. Dia mengemas lima emas di Seoul 1988 dan menambah dua lagi di Barcelona.

Sebelum Biondi, dunia begitu tergila-gila kepada Mark Spitz, si hiu. Spitz layak disebut manusia ikan, dia sudah belajar berenang setiap hari di laut, tak lama setelah si Spitz mungil bisa berjalan. Di Muenchen 1972, Spitz memborong tujuh emas, lambang kemenangan terbanyak yang bisa diraih olimpian sebelum kehadiran Phelps. Sebelumnya di Mexico City 1968, Spitz sudah mengoleksi dua keping emas.

Di putri, nama perenang Jerman (Timur) Kristin Otto tak mungkin dilupakan. Dialah yang meraup enam emas dari satu olimpiade, yaitu di Seoul 1988. Jenny Thompson juga tak bisa diabaikan. Perenang AS itu turun di empat olimpiade, dari Barcelona 1992 hingga Athena 2004. Total, delapan emas diraih.

Sampai kapan pun olimpiade modern berlangsung, di saat itu pula manusia menunggu lahirnya bintang dari kolam renang.


Terima kasih untuk berkenan membaca isi blog ini, semoga dapat memberikan manfaat yang berarti bagi perkembangan dunia pendidikan kita. Atas segala kekurangannya saya menyampaikan permohonan maaf dan berkenan kiranya untuk meninggalkan komentar atas isi artikel ini. Salam Hormat untuk semuanya

China Sapu Bersih Emas Bulu Tangkis


China menyapu bersih lima medali emas cabang bulu tangkis Olimpiade London 2012 setelah Cai Yun/Fu Haifeng  menyebut gelar juara ganda putra, Minggu.

Di babak final, Cai/Fu memupus harapan non-China dengan mengalahkan ganda putra Denmark, Mathias Boe/Carsten Mogensen dalam dua game saja 21-16 21-15.

Cai/Fu bermain  tanpa cela untuk mengatasi lawan mereka. Sementara Boe/Mogensen yang menyingkirkan favorit asal Korea Selatan, Lee Yong Dae/Chung Ju SUng di semifinal justru tampil demam panggung.

Lepas dari skandal pengaturan hasil yang melibatkan ganda putri utama mereka, tim China tampil terlalu perkasa di ajang bulu tangkis Olimpiade Lonon ini.

Mereka merebut medali emas tunggal putra melalui Lin Dan, tunggal putri (Li Xuerui), ganda putri melalui Zhao Yunlei/Tian Qing dan ganda campuran (Zhao Yunlei/Zhang Nan).


Terima kasih untuk berkenan membaca isi blog ini, semoga dapat memberikan manfaat yang berarti bagi perkembangan dunia pendidikan kita. Atas segala kekurangannya saya menyampaikan permohonan maaf dan berkenan kiranya untuk meninggalkan komentar atas isi artikel ini. Salam Hormat untuk semuanya

Pelari Jamaika, Usain Bolt menegaskan hegemoni sebagai manusia tercepat di dunia.


Para penonton yang menyaksikan keberhasilan pelari Jamaika, Usain Bolt merebut medali emas 100 meter di Olimpiade London mengaku seperti tersihir.

Bolt menepis semua keraguan tentang dirinya dengan merebut medali emas dengan catatan waktu 9.63 detik. Medali perak diraih oleh rekan sengaranya, Yohan Blake  dengan catatan waktu 9.75 detik.  Perunggu jatuh ke sprinter AS, Justin Gatlin -peraih emas Athena 2004- dengan 9.79 detik.

Lomba 100 meter tersebut memang mempertemukan nama-nama besar seperti Bolt, Blake, Gatlin, Asafa Powell dan Tyson Gay.

"Luar biasa saya berada di sini dan menyaksikan lomba ini," kata Alex, 18. "Yang luar biasa adalah pemandangan stadion hening beberapa saat sebelum start dimulai."

"Saya seorang warga London. Kami bangga bisa menjadi tuan rumah Olimpiade. Kami merasa menjadi tuan rumah dari suatu pesta (olah raga) terbesar di dunia," lanjut Alex.

Nadine Reid, 34 asal Birmingham mengecat bendera Jamaika di pipinya. "Saya bangga sekali menjadi seorang Inggris kelahiran Jamaika. saya merasa  mampu melayang seperti kilat itu sendiri," kata Reid.

Darel Seow dari Singapura menagku tidak akan melupakan tontonan dari Bolt seumur hidupnya. "Saat pulang dan berbaring saya akan membayangkan dan 'tidak percaya hal tersebut sungguh terjadi.'"


Terima kasih untuk berkenan membaca isi blog ini, semoga dapat memberikan manfaat yang berarti bagi perkembangan dunia pendidikan kita. Atas segala kekurangannya saya menyampaikan permohonan maaf dan berkenan kiranya untuk meninggalkan komentar atas isi artikel ini. Salam Hormat untuk semuanya

Italia Vs Spanyol : Pertarungan Dua Kiper Mapan

Written By INSPIRASI on Saturday, June 30, 2012 | 6:03 PM


Piala Eropa 2012 belum menjadi ajang munculnya penjaga gawang muda berbakat. Benteng terakhir yang andal masih dihuni nama-nama beken, seperti Gianluigi Buffon (Italia) dan Iker Casillas (Spanyol). Keduanya yang juga kapten itu sukses membawa tim masing-masing lolos ke partai puncak.

Casillas bermain gemilang ketika ”La Furia Roja” menang 4-2 atas Portugal dalam drama adu penalti di semifinal. Kiper Real Madrid itu menggagalkan tendangan Joao Moutinho, yang menjadi penendang pertama ”Seleccao Eropa”. Aksi penyelamatan itu menjatuhkan mental Portugal yang akhirnya kalah setelah tendangan bek Bruno Alves membentur mistar gawang.

Sebaliknya, Cesc Fabregas, eksekutor terakhir Spanyol, sukses mengecoh kiper Rui Patricio dengan tendangan ke pojok kanan gawang. Bola sempat membentur tiang sebelum akhirnya masuk ke gawang. Tim ”Matador” pun mengulangi prestasi lolos ke final seperti empat tahun silam.

Kemenangan atas Portugal itu adalah yang ke-100 bagi Casillas selama 136 kali penampilan membela Spanyol sejak 2000. Pemain setinggi 182 sentimeter ini selalu menjadi pilihan utama Pelatih Vicente del Bosque sejak babak grup hingga semifinal Piala Eropa. Gawang Casillas hanya kemasukan satu gol dari lima kali pertandingan.

Gol Antonio di Natale menjadi satu-satunya gol yang bersarang ke gawang Casillas dalam laga pembuka Grup C antara Spanyol dan Italia. Meskipun bek tangguh Carles Puyol absen, penampilan apik Casillas membuat Spanyol menjadi tim yang paling sedikit kemasukan.

Berdasarkan statistik Asosiasi Sepak Bola Eropa (UEFA) yang diluncurkan Castrol Index, pemain alumnus Akademi Real Madrid itu menempati posisi runner-up kiper terbaik di bawah Buffon dengan nilai rata-rata 8,34. ”Casillas adalah pemain terpenting kami, selain Xavi Hernandez,” ujar bek Spanyol, Sergio Ramos, kepada Marca.

Di usia yang tak lagi muda, penampilan konsisten juga ditunjukkan Buffon. Pemain Juventus itu mendapat poin rata-rata 9,02 dari lima kali laga berdasarkan statistik Castrol Index. Meskipun gawangnya kemasukan tiga gol, status terbaik diperoleh berkat penyelamatan yang lebih banyak dilakukan Buffon daripada kiper lain.

Penampilan terbaik pemain yang telah memperkuat Italia sejak tahun 1993 itu terjadi pada perempat final melawan Inggris. Saat pertandingan memasuki menit ke-20, Buffon menggagalkan tendangan bek Glen Johnson dari jarak dekat. Dengan gerakan refleks yang luar biasa, Buffon masih mampu menangkap bola meskipun telah mati langkah.

Kegemilangan itu kembali diperagakan Buffon dalam adu tendangan penalti. Ia sukses menggagalkan tendangan bek Ashley Cole yang menjadi eksekutor keempat Inggris. Italia pun menang 4-2 setelah sebelumnya bola sepakan Ashley Young membentur mistar gawang. ”Gli Azzurri” akhirnya melaju ke partai puncak setelah menang 2-1 atas Jerman pada babak empat besar.

Pada laga penentuan juara, Senin (2/7) dini hari WIB, Buffon akan memimpin Italia menantang Casillas dan kawan-kawan, jawara Eropa 2008. Pertemuan dua penjaga gawang terbaik itu seolah menandai belum optimalnya proses regenerasi.

Penampilan kiper Inggris, Joe Hart (25), dan penjaga gawang Perancis, Hugo Lloris (25), masih jauh dari harapan. Hart tampak belum matang ketika gagal menggagalkan satu pun tendangan penalti pemain Italia. Sementara Lloris tampil biasa-biasa saja saat Perancis takluk 0-2 dari Spanyol pada babak perempat final.

Performa kiper Jerman, Manuel Neuer, juga belum istimewa. Meskipun tampil brilian bersama Bayern Muenchen musim lalu, Neuer tak mampu berbuat banyak ketika Jerman kalah 1-2 dari Italia pada babak semifinal. Ia gagal mengantisipasi sundulan dan tendangan striker Mario Balotelli yang memborong dua gol kemenangan Italia.

Asa munculnya bakat muda justru datang dari penjaga gawang Portugal, Rui Patricio (24). Masuk skuad Portugal sebagai kiper kedua setelah Eduardo (29), Patricio justru jadi pilihan utama Pelatih Paulo Bento. Aksi menjanjikan Patricio terjadi pada semifinal melawan Spanyol.

Dalam babak perpanjangan waktu di menit ke-103, Patricio dengan gemilang menepis tendangan jarak dekat Andres Iniesta yang memanfaatkan umpan silang Jordi Alba. Penyelamatan itu memaksa Spanyol mengakhiri laga lewat adu penalti.

Di babak tos-tosan, Patricio sukses menggagalkan tendangan algojo pertama Spanyol, Xabi Alonso. Sayang, penampilan Casillas yang tak kalah gemilang dan kegagalan Bruno Alves membuyarkan mimpi Portugal tampil di partai puncak. Namun, Bento tetap mensyukuri hasil yang dicapai tim asuhannya.

”Kami pulang dengan kepala tegak. Portugal harus tetap optimistis karena memiliki masa depan cerah bersama pemain muda potensial, seperti Joao Moutinho, Miguel Veloso, dan Rui Patricio,” kata Bento, dikutip dari Reuters.


Terima kasih untuk berkenan membaca isi blog ini, semoga dapat memberikan manfaat yang berarti bagi perkembangan dunia pendidikan kita. Atas segala kekurangannya saya menyampaikan permohonan maaf dan berkenan kiranya untuk meninggalkan komentar atas isi artikel ini. Salam Hormat untuk semuanya

GP ASSEN : Lorenzo Out, Stoner Mengancam


Pemimpin klasemen sementara MotoGP, Jorge Lorenzo, harus melupakan impiannya untuk merebut poin di Assen, Belanda. Pada balapan seri ketujuh MotoGP 2012 ini, Sabtu (30/6/2012), Lorenzo langsung tersingkir saat balapan baru dimulai, akibat kecelakaan yang menimpanya.

Start dari posisi ketiga, pebalap Yamaha tersebut berusaha untuk bisa keluar dengan aman dari tikungan pertama. Tetapi, dia justru dihantam oleh kompatriotnya dari Spanyol, Alvaro Bautista. Pebalap Gresini Honda ini, yang start dari posisi kedelapan, terlalu agresif untuk meluncur ke depan sehingga dia tak mampu mengendalikan RC213V tunggangannya, yang menabrak Lorenzo.

Kecelakaan tersebut masih dalam proses investigasi Race Direction.

Namun, dengan kegagalan menuai poin di Assen ini, Lorenzo, yang tampil impresif dalam enam seri perdana di mana dia menuai empat kemenangan dan dua kali runner-up, mendapat ancaman dari pebalap Repsol Honda, Casey Stoner. Jika Stoner menang, maka perolehan poin mereka menjadi sama, 140. Saat ini Lorenzo unggul 25 poin dari rivalnya tersebut.
Rupanya Assen masih memberikan kenangan buruk bagi Lorenzo dan Gresini. Pasalnya, musim lalu pun juara dunia 2010 ini terlibat kecelakaan dengan pebalap Gresini, Marco Simoncelli. Bedanya, musim lalu Lorenzo masih bisa melanjutkan lomba meskipun finis di barisan belakang, sedangkan kali ini dia langsung out.

Untuk sementara Stoner memimpin jalannya lomba, dan dibuntuti rekan setimnya, Dani Pedrosa.


Terima kasih untuk berkenan membaca isi blog ini, semoga dapat memberikan manfaat yang berarti bagi perkembangan dunia pendidikan kita. Atas segala kekurangannya saya menyampaikan permohonan maaf dan berkenan kiranya untuk meninggalkan komentar atas isi artikel ini. Salam Hormat untuk semuanya

Lorenzo Tak Puas dengan Hukuman untuk Bautista


Pebalap Yamaha, Jorge Lorenzo, mengatakan bahwa hukuman yang diterima Alvaro Bautista masih terlalu ringan. Pasalnya, dengan penalti grid tak memberikan efek jera kepada para pebalap yang melakukan kesalahan serupa.

Pada balapan seri ketujuh di Assen, Belanda, Sabtu (30/6/2012), Bautista melakukan kesalahan fatal karena terlalu agresif. Saat balapan baru dimulai dan memasuki tikungan pertama, pebalap Gresini Honda tersebut tak bisa mengendalikan motornya sehingga jatuh dan menghantam Lorenzo. Alhasil, kedua pebalap tersebut tak bisa melanjutkan lomba.

Pergerakan yang dilakukannya merupakan sebuah bencana, tetapi keputusan yang pimpinan lomba berikan bahkan lebih menyedihkan.
-- Jorge Lorenzo


Dari hasil investigas, pimpinan lomba menyatakan bahwa Bautista bersalah. Sebagai hukuman, pebalap Spanyol ini akan start dari posisi paling belakang pada balapan pekan depan di Sachsenring, Jerman.

Namun Lorenzo tak puas dengan hukuman yang dijatuhkan kepada kompatriotnya tersebut. Menurut juara dunia 2010 ini, Bautista pantas dihukum tak boleh balapan satu seri, seperti yang dialaminya pada tahun 2005, ketika terlibat kecelakaan dengan Alex de Angelis di Motegi, pada balapan kelas 250 cc.

"Saya pikir ini benar-benar sebuah bencana. Ini bencana bagi saya," ujar Lorenzo kepada situs resmi MotoGP. "Ini bukan sebuah perasaan yang bagus karena dia orang Spanyol seperti saya dan itu terjadi dengannya.

"Pergerakan yang dilakukannya merupakan sebuah bencana, tetapi keputusan yang pimpinan lomba berikan bahkan lebih menyedihkan. Setiap kali tak ada hukuman kepada pebalap sehingga mereka bisa belajar untuk masa mendatang. Memulai balapan berikutnya di posisi paling belakang tidak cukup untuk menjadi pelajaran.

"Ketika saya membuat sebuah kesalahan di Jepang pada 2005, saya dilarang tampil satu seri. John Hopkins pun mengalami hal yang sama di Jepang pada tahun lainnya (2003). Dan untuk (Bautista) ini hanya start di posisi terakhir pada balapan berikutnya, merupakan hal yang tidak fair.

"Kami berharap kami akan beruntung di waktu lain dan itu tidak terjadi lagi. Tetapi jika kami tidak menghukum para pebalap, mereka akan melakukan hal gila lain seperti yang dilakukan Alvaro pada hari ini."

Akibat kecelakaan tersebut, mesin Yamaha milik Lorenzo mengalami kerusakan. Karena itu, mantan juara dunia dua kali kelas 250 cc tersebut meminta dispensasi menggunakan tambahan unit untuk menggantinya.

"Pimpinan lomba mengatakan kepadaku bahwa mereka akan memberikan satu mesin lagi," ujarnya. "Saya ingin berterima kasih kepada mereka atas keputusan tersebut, tetapi keputusan terhadap Alvaro tidak fair."

Dengan gagalnya Lorenzo meraih poin di Assen, sedangkan di pihak lain pebalap Repsol Honda, Casey Stoner, menjadi pemenang, maka kini poin mereka sama, yaitu 140. Padahal sebelum lomba seri ketujuh ini, Lorenzo unggul 25 poin dari sang juara bertahan, sehingga dia hanya perlu masuk garis finis dan menuai poin untuk terus berada di depan.


Terima kasih untuk berkenan membaca isi blog ini, semoga dapat memberikan manfaat yang berarti bagi perkembangan dunia pendidikan kita. Atas segala kekurangannya saya menyampaikan permohonan maaf dan berkenan kiranya untuk meninggalkan komentar atas isi artikel ini. Salam Hormat untuk semuanya

Italia Vs Spanyol : Perang Dua Maestro


Laga Italia melawan Spanyol di partai final Piala Eropa, Minggu (1/7/2012) tidak bisa lepas dari peran dua gelandang Andrea Pirlo dan Xavi Hernandez. Dalam turnamen ini, kedua pemain tersebut dapat dikatakan akan menjadi maestro di lapangan tengah.

Tak bisa dibantah, Pirlo adalah kunci sukses Italia di Piala Eropa. Tendangan bebas indah ke gawang Kroasia di penyisihan Grup B, dua assist adalah bukti kehebatan pemain berusia 32 tahun tersebut. Ia juga adalah pemain yang paling banyak menyabet penghargaan Carlsberg Man of The Match yakni sebanyak tiga kali.

Belum lagi, ketika melakoni babak perempat final melawan Inggris, Pirlo pun menorehkan rekor baru yakni berhasil melakukan 117 umpan akurat dalam satu pertandingan. Dan yang paling fenomenal adalah, tendangan penalti ala Antonin Panenka, yang membuat psikologi penggawa "The Three Lions" runtuh di babak adu penalti.

"Gelandang tengah kami banyak memiliki kualitas di dalam dirinya. Apalagi, kami juga mempunyai pemain hebat yang dapat meningkatkan serangan, seperti Andrea Pirlo. Seringkali pemain lain hanya bekerja untuk memberikan bola kepadanya dan memberi ruang sehingga dia dapat mendikte permainan," kata pelatih Italia, Cesare Prandelli.

Tapi jangan lupa, empat tahun lalu, Austria dan Swiss telah menjadi saksi kehebatan Xavi memimpin "La Furia Roja" meraih gelar Piala Eropa 2008. Tak tanggung-tanggung, pemain berusia 32 tahun itu pun dinobatkan menjadi pemain terbaik sepanjang turnamen tersebut.

Di Ukraina dan Polandia, bersama rekannya di Barcelona, Sergio Busquets, Xavi menjadi menjadi pemain terbanyak yang berhasil melakukan umpan akurat dengan total 455 umpan hingga babak semifinal lalu. Torehan itu jauh berbeda dengan Pirlo, yang hanya mengemas total 350 umpan akurat.

Meskipun sama-sama pernah merasakan gelar juara Dunia (Pirlo pada 2006 dan Xavi 2010), Xavi mempunyai motivasi lebih daripada Pirlo. Ia ingin mencetak sejarah baru, menjadi pemain yang memenangi gelar juara Eropa dua kali berturut-turut.

"Kami ingin melanjutkan menciptakan sejarah dan kami punya kesempatan itu. Kami sedikit beruntung karena ini adalah final kedua kami. Kami ingin menunjukan kepada orang bahwa Spanyol masih lapar akan kesuksesan dan sepak bola kami adalah yang terbaik," kata Xavi.

Tambah Xavi, siklus kesuksesan Spanyol melangkah sejauh ini adalah ketika pelatih Vicente Del Bosque, mengambil alih "El Matador" dari Luis Aragones. "Dia sedikit berjudi dengan beberapa pemain muda dan menempatkan pemain seperti (Andres) Iniesta, (Santi) Cazorla, Cecs Fabregas, (David) Silva, dan (David) Vila di tim," ujar Xavi.

"Kami ingin menciptakan pertandingan yang hebat malam nanti. Pesepak bola seperti Pirlo dan pemain Spanyol dan Italia memiliki gaya serupa. Jadi, aku sangat senang bahwa nanti pasti ada kecenderungan untuk bermain serius dan lebih menyerang, yang beberapa orang ragukan sebelumnya," tegas Xavi.


Terima kasih untuk berkenan membaca isi blog ini, semoga dapat memberikan manfaat yang berarti bagi perkembangan dunia pendidikan kita. Atas segala kekurangannya saya menyampaikan permohonan maaf dan berkenan kiranya untuk meninggalkan komentar atas isi artikel ini. Salam Hormat untuk semuanya

WASIT-WASIT PADA PIALA EROPA 2012

Written By INSPIRASI on Sunday, May 27, 2012 | 12:15 AM


List Nama Wasit Untuk Euro 2012
Pagelaran Euro 2012 hanya tinggal menunggu hitungan hari saja. Selain beberapa negara menyiapkan skuad terbaik mereka untuk event empat tahunan ini kini pihak UEFA juga telah mengumumkan beberapa nama wasit yang akan memimpin pertandingan selama Euro berlangsung.

Berikut ini daftar nama-nama wasit yang akan memimpin pertandingan selama Euro 2012:

  • Howard Webb (ENG)
  • Stephane Lannoy (FRA)
  • Wolfgang Stark (GER)
  • Viktor Kassai (HUN)
  • Nicola Rizzoli (ITA)
  • Bjorn Kuipers (NED)
  • Pedro Proenca Oliveira Alves Garcia (POR)
  • Craig Thomson (SCO)
  • Damir Skomina (SLO)
  • Carlos Velasco Carballo (ESP)
  • Jonas Eriksson (SWE)
  • Cuneyt Cakir (TUR)



Terima kasih untuk berkenan membaca isi blog ini, semoga dapat memberikan manfaat yang berarti bagi perkembangan dunia pendidikan kita. Atas segala kekurangannya saya menyampaikan permohonan maaf dan berkenan kiranya untuk meninggalkan komentar atas isi artikel ini. Salam Hormat untuk semuanya

Daftar Pemain Jual City dan Harganya

Written By INSPIRASI on Monday, May 14, 2012 | 10:22 PM


Juara Liga Primer Inggris 2011/2012 Manchester City berencana 'cuci gudang' pemain untuk target Eropa musim depan. Diperkirakan City bakal melego pemain-pemainnya di bursa transfer mendatang seharga hampir 200 Juta Poundsterling.

Pemain-pemain yang dikabarkan masuk daftar jual The Citizen seperti dirilis oleh The Observer antara lain Carloz Tevez ( 47 juta Pound), Edin Dzeko (27 juta Pound), Mario Balotelli (24 juta Pound), Alexander Kolarov (19 juta Pound), Kolo Toure (16 juta Pound), Adam Johnson (7 Juta Pound), Stefan Savic (6 Juta Pound) dan David Pizarro (free).

Mancini membutuhkan dana segar untuk bertarung di ajang Eropa musim depan. Musim ini skuat Mancini meraih sukses di Liga Primer namun gagal total di ajang Liga Champion maupun Liga Eropa.

Sebelumnya City sudah melepas Emmanuel Adebayor ke Tottenham Hotspur, Wayne Bridge ke Sunderland dan Roque Santa Cruz ke Real Betis dengan total harga 54,5 juta Poundsterling.


Terima kasih untuk berkenan membaca isi blog ini, semoga dapat memberikan manfaat yang berarti bagi perkembangan dunia pendidikan kita. Atas segala kekurangannya saya menyampaikan permohonan maaf dan berkenan kiranya untuk meninggalkan komentar atas isi artikel ini. Salam Hormat untuk semuanya

Lionel Messi Sabet Sepatu Emas Eropa


Lionel Messi telah memenangi Sepatu Emas Eropa setelah menjadi pencetak gol terbanyak di kompetisi negara-negara benua biru tersebut sepanjang musim 2011/12 dengan torehan 50 gol.

Koleksi gol yang diraih Messi sepanjang musim ini empat lebih banyak dibandingkan rival terdekatnya Cristiano Ronaldo. Walau Messi tidak melesakkan gol di pekan terakhir La Liga Spanyol, Ronaldo hanya mencetak satu gol ketika Real Madrid mengalahkan Malaga 4-1.

Sedangkan peringkat tiga ditempati striker Arsenal Robin van Persie dengan torehan 30 gol, diikuti penyerang Schalke Klaas-Jan Huntelaar dengan 29 gol.

Zlatan Ibrahimovic yang menjadi orang pertama mendapatkan gelar Capocannoniere di dua klub berbeda di Serie A Italia, menempati peringkat kelima dengan catatan 28 gol.

Sistem penilaian peraih Sepatu Emas Eropa tidak ditentukan dari banyaknya gol, melainkan besaran poin yang diperoleh setelah dikalikan jumlah gol yang dicetak pemain.

Bobot poin berdasarkan kepada ranking liga di UEFA. Lima liga besar mendapatkan bobot dua, dan jumlah gol yang dilesakkan dari kelima liga itu dikalikan dua. Sedangkan liga ranking enam sampai 21 mendapatkan bobot 1,5. Sementara selebihnya dikalikan satu.
Posisi
Pemain
Negara
Klub
Liga
Bobot
Gol
Poin
1
L. Messi
ARG
Barcelona
ESP
2
50
100
2
C. Ronaldo
POR
Real Madrid
ESP
2
46
92
3
R. v Persie
NED
Arsenal
ENG
2
30
60
4
K. Huntelaar
NED
Schalke
GER
2
29
58
5
Z. Ibrahimovic
SWE
AC Milan
ITA
2
28
56
6
W. Rooney
ENG
Man Utd
ENG
2
27
52
7
M. Gomez
GER
Bayern
GER
2
26
52
8
B. Yilmaz
TUR
Trabzonspor
TUR
1.5
32
48
=
B. Dost
NED
Heerenveen
NED
1.5
32
48
=
R. Falcao
COL
Atl. Madrid
ESP
2
24
48
=
D. Milito
ARG
Inter
ITA
2
24
48



Terima kasih untuk berkenan membaca isi blog ini, semoga dapat memberikan manfaat yang berarti bagi perkembangan dunia pendidikan kita. Atas segala kekurangannya saya menyampaikan permohonan maaf dan berkenan kiranya untuk meninggalkan komentar atas isi artikel ini. Salam Hormat untuk semuanya

Skuad Polandia di EURO 2012

Written By INSPIRASI on Friday, May 4, 2012 | 9:53 AM


Tuan rumah Euro 2012 Polandia Kamis (03/5) mengumumkan 26 nama pemainnya yang akan turun dalam turnamen itu dan pelatihFranciszek Smuda tidak banyak membuat kejutan atas pemilihannya itu.

Satu-satunya nama baru dalam daftar nama yang disusun Smuda, adalah pemain yang belum pernah mengikuti laga internasional, berusia 19 tahun, pemain tengah Legia Warsaw Rafal Wolski, sedangkan Artur Sobiech dari klub Jerman Hanover 96 dipanggil setelah dua tahun melakukan debutnya dan baru bermain dalam tiga laga internasional (cap).

Seperti tuan rumah satunya, Ukraina, Polandia maju otomatis ke babak final turnamen itu, yang akan dimulai pada 8 Juni di Warsawa, dan sudah melakukan laga persahabatan dalam memilih para pemain.

Sebanyak 16 tim yang mengikuti Euro 2012 harus memasukkan semua nama pemain mereka, sebanyak 23 orang, akhir bulan ini.

Smuda juga memiliki tujuh pemain cadangan, tapi mengatakan, mereka tidak perlu hadir di pemusatan latihan, tapi mereka tetap siap bila dipanggil sampai menjelang turnamen.

Berikut ini susunan pemain Polandia.
Penjaga gawang : Lukasz Fabianski (Arsenal/ENG), Wojciech Szczesny (Arsenal/ENG), Przemyslaw Tyton (PSV Eindhoven/NED).

Pemain bertahan: Sebastian Boenisch (Werder Bremen/GER), Kamil Glik (Torino/ITA), Marcin Kaminski (Lech Poznan), Tomasz Jodlowiec (Polonia Warsaw), Damien Perquis (Sochaux/FRA). Lukasz Piszczek (Borussia Dortmund/GER), Marcin Wasilewski (Anderlecht/BEL), Jakub Wawrzyniak (Legia Warsaw), Grzegorz Wojtkowiak (Lech Poznan).

Pemain tengah : Kuba Blaszczykowski (Borussia Dortmund/GER), Dariusz Dudka (Auxerre/FRA), Kamil Grosicki (Sivaspor/TUR), Adam Matuszczyk (Fortuna Duesseldorf/GER), Adrian Mierzejewski (Trabzonspor/TUR), Rafal Murawski (Lech/Poznan), Ludovic Obraniak (Bordeaux/FRA), Eugen Polanski (Mainz/GER), Maciej Rybus (Terek Grozny/RUS), Rafal Wolski (Legia Warsaw).

Pemain depan : Pawel Brozek (Celtic/SCO), Michal Kucharczyk (Legia Warsaw), Robert Lewandowski (Borussia Dortmund/GER), Artur Sobiech (Hannover 96/GER)

Pemain cadangan (stand by) : Penjaga gawang: Grzegorz Sandomierski (Jagiellonia Bialystok) Pemain bertahan: Arkadiusz Glowacki (Trabzonspor/TUR), Marcin Komorowski (Legia Warsaw) Pemain tengah : Michal Zyro (Legia Warsaw), Ariel Borysiuk (Kaiserslautern/GER) Pemain depan : Ireneusz Jelen (Lille/FRA), Arkadiusz Piech (Ruch Chorzow).


Terima kasih untuk berkenan membaca isi blog ini, semoga dapat memberikan manfaat yang berarti bagi perkembangan dunia pendidikan kita. Atas segala kekurangannya saya menyampaikan permohonan maaf dan berkenan kiranya untuk meninggalkan komentar atas isi artikel ini. Salam Hormat untuk semuanya

LIONEL MESSI DAN REKOR-REKOR YANG TELAH DIPECAHKANNYA

Written By INSPIRASI on Saturday, April 14, 2012 | 4:44 AM


Untuk kesekian kalinya Lionel Messi mematahkan satu rekor dan rekor lainnya. Seakan tak pernah bosan, La Pulga - julukan Pemain Terbaik Dunia tiga kali itu terus menunjukkan kehebatannya, membuat banyak orang bertanya-tanya: adakah rekor lain yang belum dipecahkannya?

Tak dipungkiri jika Messi adalah salah satu pemain terhebat yang dimiliki dunia sepak bola modern, namun untuk menahbiskan namanya menjadi pemain 'sempurna' di semua puncak rekor, jalan yang harus ditempuh pemuda Argentina itu masih sangatlah panjang, meski waktu berada di pihaknya.

Berikut ini adalah rekor-rekor yang masih bisa diburu oleh Si Kutu di usianya yang baru 24 tahun:
  • Messi sudah menggusur Cesar Rodriguez sebagai pencetak gol terbanyak Barca sepanjang masa, namun penyerang asal Spanyol itu yang melesakkan 192 gol di La Liga, masih memegang rekor pencetak gol di pentas liga. Saat artikel ini ditulis, Messi 'baru' mencetak 158 gol.
  • Rekor gol di ajang Copa Del Rey masih dipegang Josep Samitier dengan 65 gol, sementara Messi baru melesakkan 19 gol.
  • Messi boleh memegang rekor klub dengan mencetak lima gol dalam satu pertandingan Liga Champions, namun Laszlo Kubala masih menjadi pemegang rekor klub di La Liga dengan tujuh gol kala menghadapi Gijon.
  • Jika dihitung dengan laga tak resmi macam persahabatan dan tur, Paulino Alcantara punya rekor mengagumkan yang harus ditumbangkan Messi dengan torehan 369 golnya (meski catatan lain menyebut golnya sejumlah 357).
  • Urusan jumlah penampilan, Messi masih cukup muda (dan jika ia tetap fit dan masih membela Azulgrana) untuk memecahkan rekor yang saat ini dipegang rekan setimnya, Xavi (622 laga di semua ajang) dan masih akan berlanjut hingga ia pensiun.
  • Dalam raihan trofi, tugas Messi memburu rekor tampaknya lebih ringan: ia saat ini sudah memenangi lima gelar La Liga, tertinggal satu gelar dari Xavi,Pep Guardiola (pelatih Barca saat ini) dan Antoni Ramallets. Ia juga menjadi satu dari lima pemain yang sudah memenangi Liga Champions tiga kali, meski tak turun ke lapangan di final edisi 2006.
  • Di pentas La Liga, mantan penyerang Athletic Bilbao, Telmo Zarra masih memegang rekor total 251 gol dan menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa, meski Messi yang saat ini masuk daftar 20 besar berada di jalur yang benar untuk menyalipnya.
  • Di semua kompetisi musim ini, Messi sudah menorehkan 61 gol saat artikel ini ditulis, dan kian dekat dengan rekor sebagai pencetak gol terbanyak untuk pemain di klub Eropa. Gerd Muller masih memegang rekor tersebut dengan 67 golnya untuk Bayern Munich di musim 1972-73.
  • Jika terus bermain dengan levelnya seperti sekarang ini, Messi punya peluang untuk menyalip rekor legenda Real Madrid, Francisco Gento yang memenangi enam trofi Eropa di periode 1956 dan 1966. Selain itu, rekor delapan penampilan di final yang dipegang Gento dan Paolo Maldini pun masih bisa digapai. Rekor 12 gelar La Liga miliki Gento pun bisa jadi bidikan Messi untuk dipecahkan.
  • Andai bisa menjaga ketajamannya, Messi pun bisa menggusur legenda Madrid lainnya dari catatan buku rekor. Total 71 gol yang dipegang Raul masih menjadi yang tertinggi di Eropa atau Liga Champions - Messi kini mengemas 51, atau 76 di semua kompetisi Eropa - Messi 52 gol.
  • Butuh satu gol lagi untuk Messi melampaui rekor gol terbanyak dalam semusim di kompetisi Eropa, mengingat 14 golnya saat ini menyamai rekor yang dipegang oleh Jose Altafini dan Ruud van Nistelrooy.
  • Di timnas Argentina, Messi sudah melesakkan 22 gol dalam 8 caps. Rekor untuk Albiceleste masih digenggam Gabriel Batistuta (56 gol) dan Javier Zanetti (145 penampilan).


Dan terakhir, Messi punya tugas yang dilematis untuk mengalahkan rekor rivalnya dari Real Madrid, Cristiano Ronaldo sebagai pemain termahal di muka bumi dengan harga 80 juta pound, namun itu artinya ia harus meninggalkan Camp Nou. (bola/bola)


Terima kasih untuk berkenan membaca isi blog ini, semoga dapat memberikan manfaat yang berarti bagi perkembangan dunia pendidikan kita. Atas segala kekurangannya saya menyampaikan permohonan maaf dan berkenan kiranya untuk meninggalkan komentar atas isi artikel ini. Salam Hormat untuk semuanya

Artikel Islami

More on this category »
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. INSPIRASI - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger